KediriNews.com – Bandara Internasional Dhoho Kediri resmi beroperasi setelah pesawat pertama mendarat dengan mulus di Kecamatan Grogol pada 15 Februari 2025. Pesawat yang membawa para penumpang ini adalah Citilink QG 752 yang tiba dari kota tujuan. Dengan beroperasinya bandara tersebut, masyarakat dan wisatawan kini memiliki pilihan transportasi udara yang lebih luas menuju Kediri.
Bandara Dhoho, yang terletak di Desa Sawah, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, berjarak sekitar 31 kilometer dari gapura selamat datang Kabupaten Kediri. Perjalanan ke bandara juga menawarkan pemandangan indah kawasan Gunung Wilis yang menjadi rute dalam event Kediri Dholo KOM Challenge. Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyambut langsung penumpang yang tiba dengan pesawat pertama, menunjukkan antusiasme terhadap pengembangan infrastruktur transportasi di wilayah ini.
“Harapan kami dengan dibukanya penerbangan menuju Bandara Internasional Dhoho Kediri, makin banyak cyclist yang memilih Kediri sebagai destinasi gowes. Salah satunya tentu dengan mengikuti Kediri Dholo KOM Challenge,” ujar Donny Rahardian dari Mainsepeda.
Pengembangan Infrastruktur Bandara

Pengoperasian Bandara Dhoho Kediri merupakan salah satu langkah penting dalam meningkatkan aksesibilitas ke wilayah Jawa Timur bagian timur. Sebelumnya, para peserta event Kediri Dholo KOM Challenge sering mengeluh karena kurangnya pilihan moda transportasi. Kereta api yang tersedia tidak cukup memadai, dan membawa sepeda ke kereta juga menjadi tantangan.
Dengan hadirnya bandara baru, para peserta dapat lebih mudah melakukan perjalanan. Mereka hanya perlu menaruh bike box sepeda mereka ke bagasi pesawat, tanpa harus khawatir tentang masalah transportasi darat. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah peserta dan antusiasme terhadap event olahraga ini.
Kediri Dholo KOM Challenge

Kediri Dholo KOM Challenge merupakan salah satu rangkaian Trilogi Jawa Timur yang diselenggarakan oleh Mainsepeda. Event ini telah menjadi ajang favorit bagi para pesepeda yang ingin menguji kemampuan mereka melalui jalur menanjak. Tantangan terbesar dalam event ini adalah tanjakan ikonik Kelok 9 yang mirip dengan Jalan Lombard di San Francisco, serta Tanjakan Gigi 1 yang dikenal sangat menantang.
Meskipun jumlah peserta tidak sebanyak Bromo KOM Challenge, antusiasme terhadap Kediri Dholo KOM Challenge tetap tinggi. Bahkan, tahun ke tahun jumlah peserta semakin meningkat. Dengan adanya bandara baru, diharapkan partisipasi akan semakin besar, terutama dari peserta luar kota.
Dampak Ekonomi dan Pariwisata
Pembukaan Bandara Dhoho Kediri diharapkan memberikan dampak positif terhadap ekonomi dan pariwisata di Kabupaten Kediri. Dengan akses transportasi yang lebih mudah, wisatawan dan pelaku bisnis akan lebih mudah berkunjung ke daerah ini. Selain itu, event-event seperti Kediri Dholo KOM Challenge juga bisa menjadi daya tarik tambahan untuk menarik kunjungan wisatawan.
Selain itu, Bandara Dhoho juga menjadi bagian dari rencana pembangunan infrastruktur nasional yang bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah. Dengan posisi yang strategis, bandara ini diharapkan dapat menjadi pusat logistik dan transportasi yang efisien.
Kesimpulan
Pengoperasian Bandara Dhoho Kediri adalah langkah penting dalam meningkatkan aksesibilitas dan perkembangan ekonomi di wilayah Jawa Timur. Dengan pendaratan pesawat pertama yang berjalan lancar, masyarakat dan wisatawan kini memiliki alternatif transportasi yang lebih baik. Bandara ini juga diharapkan menjadi sarana pendukung bagi event-event olahraga seperti Kediri Dholo KOM Challenge, yang telah menjadi ajang favorit bagi para pesepeda.





