KediriNews.com – Sebuah penemuan arca yang mengejutkan terjadi di Kecamatan Gurah, Jawa Timur. Arca berbentuk kepala kala ditemukan saat warga sedang menggali tanah, tepatnya pada 6 Desember 2025. Penemuan ini langsung menjadi perhatian masyarakat dan pihak berwenang karena potensi sejarah yang sangat besar dari benda tersebut.
Penemuan arca ini dilaporkan oleh salah satu warga setempat, Budi (nama samaran), yang mengatakan bahwa mereka sedang memperluas area pertanian saat tiba-tiba mengenai benda keras di bawah tanah. “Awalnya saya pikir itu batu biasa, tapi setelah dibersihkan, ternyata ada bentuk kepala yang sangat unik,” ujarnya dalam wawancara dengan KediriNews.com.
Menurut deskripsi yang diberikan, arca tersebut memiliki ukuran sekitar 30 cm tinggi dan 20 cm lebar. Bentuknya menyerupai kepala makhluk mitos yang disebut kala, yaitu makhluk raksasa dalam mitos Hindu dan Budha. Kepala ini memiliki dua mata bulat, hidung tajam, dan mulut terbuka seperti sedang menggeram. Di bagian belakang kepala terdapat hiasan seperti tanduk atau mahkota yang masih utuh meski tertutup tanah.

Proses Penemuan dan Pemeriksaan Awal

Setelah penemuan, arca langsung diamankan oleh pihak desa untuk sementara waktu. Menurut Kepala Desa Gurah, Suryadi, arca tersebut kemudian diserahkan kepada Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Kami tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan, karena ini bisa jadi peninggalan bersejarah yang sangat penting,” katanya.
Dalam laporan resmi yang diterima KediriNews.com, arca kepala kala ini diperkirakan berasal dari masa kerajaan Mataram Kuno atau abad ke-8 hingga ke-10 Masehi. Namun, hingga saat ini belum ada data pasti mengenai asal-usulnya. “Kami akan melakukan analisis lebih lanjut, termasuk pemeriksaan material dan pola hiasan untuk mengetahui lebih banyak tentang sejarahnya,” tambah Suryadi.
Potensi Signifikansi Sejarah
Arca kepala kala ini memiliki nilai historis yang sangat tinggi, terutama karena kala sering muncul dalam mitos dan seni relief candi-candi kuno di Indonesia. Contohnya, Candi Prambanan yang merupakan situs warisan dunia UNESCO, juga memiliki relief-relief yang menampilkan kala sebagai makhluk pelindung atau penjaga.
Ahli sejarah dari Universitas Negeri Malang, Dr. Rizal Fajar, menyampaikan bahwa penemuan arca ini bisa menjadi bukti bahwa wilayah Gurah pernah menjadi pusat aktivitas keagamaan atau kesenian pada masa lampau. “Ini bisa memberikan informasi baru mengenai perkembangan agama dan budaya di Jawa Tengah, khususnya di kawasan yang sebelumnya kurang diketahui secara mendalam,” ujarnya.
Langkah Selanjutnya
Pihak BPK Wilayah XI Jawa Timur telah merencanakan beberapa langkah untuk memastikan pelestarian arca ini. Salah satunya adalah pengujian radiokarbon untuk menentukan usia benda tersebut. Selain itu, arca akan dipamerkan di museum lokal agar masyarakat dapat belajar lebih banyak tentang sejarah daerahnya sendiri.
“Kami akan meminta masukan dari masyarakat sekitar, karena mereka adalah pemilik sejarah yang paling dekat. Jika mereka setuju, arca akan dipindahkan ke tempat yang lebih aman dan layak untuk pelestarian,” ujar Plt. Kepala BPK Wilayah XI, Ning Suryati.
Kesimpulan
Penemuan arca kepala kala di Kecamatan Gurah pada 6 Desember 2025 menjadi momen penting dalam sejarah budaya Jawa. Benda ini tidak hanya menunjukkan kekayaan budaya masa lalu, tetapi juga membuka peluang bagi penelitian lebih lanjut mengenai peradaban kuno di wilayah tersebut. Dengan kolaborasi antara pemerintah, ahli sejarah, dan masyarakat, arca ini diharapkan bisa menjadi salah satu simbol kebanggaan daerah.





