KediriNews.com – Pemandangan yang menakjubkan menghiasi jalanan di beberapa kecamatan kota pada 1 Desember 2025. Bunga tabebuya, yang dikenal sebagai “sakura-nya Indonesia”, tiba-tiba mekar dalam jumlah besar, menciptakan suasana yang sangat mirip dengan pemandangan di kota-kota Jepang. Warga dan pengunjung pun berbondong-bondong datang untuk menyaksikan keindahan alami ini.
“Bunga tabebuya itu seperti mengubah jalanan menjadi kanvas yang dipenuhi warna-warna cerah,” ujar salah satu warga setempat yang tak ingin disebut namanya. “Saya merasa seperti sedang berada di tengah kota Jepang.”
Keunikan Bunga Tabebuya

Bunga tabebuya memiliki bentuk yang menyerupai terompet kecil dengan warna-warna yang mencolok, seperti putih, merah muda, kuning, dan ungu. Tumbuhan ini berasal dari Brasil dan dapat tumbuh di daerah tropis maupun subtropis. Diketahui bahwa bunga tabebuya mulai mekar pada musim kemarau dan bertahan hingga menjelang musim hujan.
Pohon ini juga memiliki keunggulan lain, yaitu dapat menyerap polusi udara dan memberi keteduhan. Selain itu, akarnya tidak merusak bangunan, sehingga aman ditanam di area perkotaan. Hal ini membuat banyak kota di Indonesia, seperti Jakarta dan Surabaya, memilih tabebuya sebagai pohon penghias jalanan.
Pengaruh Terhadap Wisatawan dan Warga
Mekarnya bunga tabebuya tidak hanya menarik perhatian warga setempat, tetapi juga wisatawan. Banyak pengunjung asing yang datang untuk mengabadikan momen indah ini. Salah satu dari mereka, Bradley Armstrong, seorang turis asal Australia, mengatakan:
“Keindahan bunga tabebuya ini luar biasa. Saya bahkan merasa seperti sedang berada di Jepang. Langit biru dan bunga-bunga yang mekar menciptakan suasana yang sempurna.”
Selain itu, para petugas kebersihan juga mengalami peningkatan pekerjaan karena banyaknya bunga yang gugur. Seperti yang diungkapkan oleh Budiyanto, petugas kebersihan di kawasan Kota Tua Jakarta:
“Bunga tabebuya yang mekar membuat kami lebih sibuk. Kami harus membersihkan bunga yang jatuh agar tidak merusak batuan andesit di sekitar kawasan.”
Peran Pemerintah dalam Penanaman Tabebuya
![]()
Pemerintah kota telah melibatkan pohon tabebuya dalam program penghijauan. Di Surabaya, misalnya, sejak tahun 2010, pemerintah mulai menanam ribuan pohon tabebuya di jalanan protokol. Hingga tahun 2022, jumlah pohon ini mencapai 16.263 batang dengan berbagai warna bunga.
Menurut Fajar Sauri, Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, pohon tabebuya sangat efektif dalam meningkatkan kualitas udara dan estetika kota. Ia menambahkan:
“Pohon ini bisa menjadi peneduh sekaligus penyerap polusi. Selain itu, keberadaannya juga membantu ekosistem perkotaan dengan menjadi tempat tinggal bagi satwa liar.”
Tips Menanam dan Merawat Tabebuya
Bagi yang tertarik menanam pohon tabebuya di rumah atau pekarangan, berikut tipsnya:
- Memilih Benih: Beli benih di toko tanaman dengan harga berkisar antara Rp 8.000 hingga Rp 83.000.
- Menanam Benih: Tanam benih di pot kecil dengan tanah bercampur kompos organik dan letakkan di area yang terkena sinar matahari.
- Perawatan: Siram setiap hari hingga daun tumbuh. Setelah itu, pindahkan ke pot yang lebih besar dan berikan pupuk dua kali setahun. Pangkas cabang mati atau rusak secara teratur.
Kesimpulan
Mekarnya bunga tabebuya di beberapa kecamatan kota pada 1 Desember 2025 tidak hanya menjadi sorotan warga, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan estetika kota. Dengan keindahan yang menyerupai Jepang, pohon ini semakin populer sebagai pohon penghias kota. Tidak hanya itu, manfaat ekologisnya juga membuat pemerintah dan masyarakat semakin sadar akan pentingnya penghijauan.





