KediriNews.com – Fenomena tanah bergerak yang terjadi di Kecamatan Kunjang, Jawa Timur, pada 6 Desember 2025, menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga setempat. Pada hari itu, dinding-dinding rumah warga retak akibat pergerakan tanah yang tidak terduga. Bahkan, sejumlah warga memilih untuk tidur di teras rumah karena khawatir kondisi tanah semakin memburuk.
Seorang warga setempat, Siti Aminah, mengungkapkan bahwa sejak pagi hari, ia merasakan getaran halus dari tanah. “Saya mendengar suara retakan dari dinding rumah, lalu saya keluar dan melihat banyak retakan yang mulai muncul,” ujarnya. Ia menyebutkan bahwa fenomena ini terjadi secara tiba-tiba, tanpa ada peringatan apapun.
-
Penyebab Potensi Tanah Bergerak
Menurut penelitian dari Badan Geologi, potensi tanah bergerak dapat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk curah hujan tinggi, struktur tanah yang tidak stabil, atau aktivitas manusia seperti penggalian dan pembangunan. Di Kecamatan Kunjang, kondisi geografis daerah tersebut memang rentan terhadap pergerakan tanah, terutama jika terjadi hujan deras dalam waktu singkat. -
Kondisi Terkini di Kecamatan Kunjang
Setelah kejadian pada 6 Desember 2025, pihak berwenang segera melakukan pemantauan terhadap wilayah tersebut. Dari hasil survei awal, ditemukan beberapa titik retakan pada dinding rumah dan jalan umum. Sebagian besar retakan berukuran kecil, namun ada juga yang cukup dalam dan membahayakan keselamatan warga. -
Tindakan yang Dilakukan Warga
Menyadari risiko yang ada, warga sekitar memilih untuk menjaga jarak dari bangunan yang rawan retak. Beberapa dari mereka bahkan memilih untuk tidur di teras rumah agar bisa segera menanggapi jika terjadi pergerakan lebih lanjut. “Kami takut, tapi kami juga harus waspada,” ujar salah satu warga lainnya, Budi Santoso. -
Langkah Pencegahan yang Direkomendasikan
Berdasarkan informasi dari pakar geologi, langkah-langkah pencegahan penting dilakukan untuk mengurangi risiko tanah bergerak. Antara lain: - Memastikan drainase lingkungan lancar untuk mencegah penumpukan air.
- Menghindari pembangunan di daerah lereng curam.
-
Melakukan pemantauan rutin terhadap struktur bangunan dan tanah sekitar.
-
Peran Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Nganjuk telah menyiagakan tim tanggap darurat untuk mengevaluasi situasi di Kecamatan Kunjang. Mereka juga sedang mempertimbangkan pemasangan alat deteksi tanah bergerak untuk memantau perkembangan lebih lanjut.

Menurut data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Jawa Timur memang memiliki potensi bencana longsor dan tanah bergerak, terutama saat musim hujan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan mengikuti anjuran dari pihak berwenang.
Dalam situasi seperti ini, penting bagi warga untuk tetap tenang dan tidak panik. Informasi resmi dari pemerintah daerah menjadi kunci dalam mengambil tindakan yang tepat. Selain itu, kerja sama antara warga dan pihak berwenang sangat diperlukan untuk memitigasi risiko bencana.
![]()
Pada akhirnya, kejadian di Kecamatan Kunjang menjadi pengingat bahwa bencana alam bisa terjadi kapan saja. Dengan persiapan yang baik dan kesadaran akan risiko, masyarakat dapat lebih siap menghadapi tantangan seperti ini.





