KediriNews.com – Warga Kecamatan Pagu, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, kembali mempertanyakan janji-janji politik yang diberikan oleh calon pemimpin daerah sebelum masa kampanye. Salah satu isu utama yang disuarakan adalah perbaikan jalan yang sempat menjadi prioritas dalam visi dan misi para calon bupati. Tuntutan warga terhadap pemerintah setempat akan realisasi janji tersebut mengemuka kembali pada 2 Desember 2025, dengan aksi damai yang dilakukan oleh masyarakat setempat.
“Kami menunggu selama bertahun-tahun, tetapi jalan-jalan utama di wilayah kami masih dalam kondisi rusak parah. Kami hanya ingin keadilan dan perhatian dari pemerintah,” ujar Sutrisno, warga setempat yang ikut dalam aksi tersebut. Ia menyebutkan bahwa jalan-jalan seperti Jalan Raya Pagu dan Jalan Desa Karangjambu sering kali menjadi tempat kecelakaan lalu lintas akibat kondisi yang tidak layak.
-
Janji Kampanye yang Belum Terealisasi
Sejumlah calon bupati sebelumnya sempat menyampaikan visi untuk memperbaiki infrastruktur jalan sebagai bagian dari program pembangunan. Namun, hingga saat ini, banyak warga merasa bahwa janji-janji tersebut belum berubah menjadi nyata. “Kami melihat begitu banyak iklan dan promosi di media sosial, tetapi ketika tiba waktunya, tidak ada tindakan nyata,” tambah Sutrisno. -
Pengaruh Anggaran Infrastruktur yang Terbatas
Menurut data dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pada tahun 2025, anggaran perbaikan jalan di tingkat kabupaten dan kecamatan mengalami pengurangan signifikan. Dalam surat Menteri Keuangan, pagu anggaran Kementerian PU 2025 sebesar Rp110,95 triliun dikurangi menjadi Rp29,57 triliun. Hal ini memengaruhi alokasi dana untuk preservasi jalan rutin di berbagai daerah, termasuk di Kecamatan Pagu. -
Tuntutan Warga yang Menggema
Aksi warga di Kecamatan Pagu bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya, mereka juga pernah melakukan protes terhadap kurangnya perhatian pemerintah terhadap masalah jalan. Namun, kali ini, aksi tersebut lebih terstruktur dan didukung oleh kelompok-kelompok masyarakat lokal. Mereka meminta pemerintah untuk segera melakukan evaluasi dan peningkatan kualitas jalan di wilayah mereka.
-
Dampak Janji Kampanye yang Tidak Dipenuhi
Isu janji kampanye yang tidak terpenuhi telah menjadi isu penting dalam politik Indonesia. Banyak warga merasa kecewa karena janji-janji yang terlalu manis dan tidak realistis. Seperti yang disampaikan oleh Rocky Gerung, pengamat politik, gerakan mahasiswa dan masyarakat sering kali mencoba menagih janji-janji yang diucapkan oleh calon pemimpin. “Mereka ingin melihat arah pemerintahan yang jelas dan cepat,” katanya. -
Peran Media dan Kesadaran Masyarakat
Media massa dan platform media sosial berperan besar dalam memperkuat suara masyarakat. Dengan adanya aksi di Kecamatan Pagu, isu perbaikan jalan kembali menjadi sorotan. Ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat akan hak-hak dasar mereka semakin meningkat. Mereka mulai memahami bahwa janji kampanye harus diwujudkan secara nyata, bukan sekadar retorika politik.

- Harapan dan Tantangan di Masa Depan
Meski aksi warga menunjukkan kepedulian terhadap masalah infrastruktur, tantangan tetap ada. Dari sisi anggaran hingga koordinasi antar lembaga, banyak hal yang perlu diperbaiki agar janji-janji kampanye dapat diwujudkan. Warga berharap pemerintah bisa lebih transparan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Hashtag: #JanjiKampanyePalsu #PerbaikanJalanPagu #WargaTagihJanji #InfrastrukturRusak #KecamatanPagu





