Latar Belakang Shia LaBeouf
Shia LaBeouf lahir pada tahun 1986 di Los Angeles. Sejak kecil, ia telah menunjukkan bakatnya sebagai aktor dan memulai kariernya dengan menjadi bintang Disney Channel. Pada masa dewasanya, ia membintangi berbagai film yang membuat namanya dikenal luas, seperti Transformers (2007) karya Michael Bay, Holes (2003), Constantine (2005), Disturbia (2007), Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull (2008), dan Nymphomaniac (2013). Namun, seiring berjalannya waktu, ia menghadapi banyak masalah yang memengaruhi kariernya.
Pengalaman Buruk Saat Kecil
Menurut penuturan Shia LaBeouf kepada Esquire, rumah tangga orangtuanya yang bermasalah memengaruhi dirinya sejak kecil. Orangtuanya berpisah ketika LaBeouf masih berusia tiga tahun. Ia juga pernah menyaksikan ibunya mengalami pelecehan seksual, meskipun pelakunya tidak pernah diproses secara hukum. LaBeouf mengatakan bahwa pengalaman tersebut menyebabkan dia menderita PTSD. Ia mengaku bahwa kekerasan yang terjadi dalam hidupnya disebabkan oleh masalah ini.
Pada usia muda, LaBeouf merasa ingin mencari banyak uang karena tinggal di Los Angeles. Ia terinspirasi oleh seorang anak di sekolahnya yang memainkan peran kecil dalam serial Dr. Quinn Medicine Woman. Ia kemudian menjadi peran utama dalam serial Even Stevens (2000) dan juga berperan dalam film Holes (2003). Setelah itu, ia membintangi film Disturbia (2007) dan akhirnya menjadi bintang Hollywood melalui waralaba Transformers.
Film-Film yang Membuat Nama Shia LaBeouf Meledak
Setelah membintangi Disturbia, Shia LaBeouf mendapat peran terbesar dalam kariernya, yaitu Sam Witwicky dalam film Transformers garapan Michael Bay. Bersama Megan Fox, ia membintangi film pertama Transformers yang dirilis pada tahun 2007. Film ini menghasilkan pendapatan sebesar 700 juta dolar AS atau setara dengan Rp11,7 triliun di box office. LaBeouf kembali memerankan Sam Witwicky dalam Transformers: Revenge of the Fallen (2009) dan Transformers: Dark of the Moon (2011) sebelum keluar dari franchise tersebut.
Di masa-masa itu, ia juga membintangi Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull dan sekuelnya, Wall Street: Money Never Sleeps. Pada titik ini, karier LaBeouf sedang naik daun. Sayangnya, pada tahun 2013, perilaku dan reputasi Shia LaBeouf mulai bermasalah. Ia sering berseteru dan penampilannya di karpet merah sering kali kontroversial.

Kontroversi dan Perilaku yang Menyedot Perhatian
Pada tahun 2013, skandal pertama Shia LaBeouf dimulai ketika ia mundur dari sebuah drama Broadway bertajuk Orphans, yang seharusnya dibintangi bersama Alec Baldwin. Menurut laporan di The New York Times, beberapa email yang diterima media tersebut menunjukkan adanya masalah. Sutradara drama tersebut, Daniel Sullivan, menulis surat kepada LaBeouf, “Aku terlalu tua untuk menghadapi situasi gak mengenakan ini. Kamu adalah aktor yang hebat. Alec adalah dirinya sendiri. Kamu juga merupakan diri kamu sendiri. Kalian berdua gak cocok.”
Dalam sebuah esai di Vulture, Alec Baldwin bilang kalau Shia LaBeouf dipecat. Baldwin mengakui kalau ia menyuruh Daniel Sullivan untuk memecat dirinya dan bukan memecat LaBeouf. Bisa dibilang, ini sebuah kesalahpahaman. “Mereka memecatnya. Dan aku rasa dia sangat kaget.”
Kemudian, selama pemutaran perdana film Lars von Trier yang dibintangi Shia LaBeouf berjudul Nymphomaniac (2013), pada tahun yang sama, Shia LaBeouf bikin kejutan yang gak terduga di karpet merah dalam Festival Film Berlin. Meskipun akhirnya diketahui kalau ini bagian dari karya seni yang dibuat oleh LaBeouf, tapi para penggemar kaget dan khawatir melihat LaBeouf berjalan di karpet merah dengan kantong kertas di atas kepalanya, dengan tulisan, “SAYA GAK TERKENAL LAGI.”

Tuduhan Plagiarisme
Pada tahun 2013, Shia LaBeouf merilis film pendek orisinal berjudul howardcantour.com. Banyak yang mengira kalau film tersebut mirip dengan karya Daniel Clowes, yang dikenal dengan novel grafis seperti Ghost World. howardcantour.com secara spesifik menjiplak komik Daniel Clowes berjudul Justin M. Damiano. Clowes sendiri bilang kepada Buzzfeed kalau ia kaget ketika melihat film pendek Labeouf, dengan blak-blakan bilang, “Aku gak bisa membayangkan apa yang ada di pikirannya.” Sebagai tanggapan, Labeouf memposting pernyataan yang sekarang telah dihapus di media sosialnya.
“Menjiplak bukanlah pekerjaan yang kreatif. Terinspirasi oleh ide orang lain untuk menghasilkan sesuatu yang baru dan berbeda ADALAH pekerjaan kreatif. Sebagai pembuat film amatir, aku tersesat dalam proses kreatif dan lalai untuk mengikuti akreditasi yang tepat. Aku malu karena gagal ngasih kredit kepada Daniel Clowes atas novel grafis aslinya. Aku tersentuh oleh karyanya dan aku tahu bahwa itu akan menjadi film pendek yang menyentuh dan relevan. Aku meminta maaf kepada semua orang yang mengira aku yang menulisnya. Aku sangat menyesali dan ingin Daniel Clowes tahu bahwa aku sangat menghormati karyanya.”
Namun, sebagian dari permintaan maafnya itu dianggap plagiat, kali ini dari Yahoo Answers. Ini bukanlah kali pertama Shia LaBeouf berurusan dengan plagiarisme, Esquire juga menuduhnya menjiplak karya cetak mereka dalam salah satu emailnya kepada Alec Baldwin terkait masalah Orphans.

Skandal Perkelahian dan Penangkapan
Pada tahun 2014, Shia LaBeouf ditangkap di Studio 54 Theatre di New York City atas tuduhan perilaku gak tertib dan pelanggaran hukum. Ia pun dikeluarkan secara paksa dari tempat tersebut karena gak mau pergi sendiri. Gak lama kemudian, LaBeouf mengaku bersalah dan ia secara sukarela menjalani rehabilitasi untuk mengatasi kecanduan alkoholnya, sebagaimana yang ditulis Time Magazine.
Pada tahun 2015, Shia LaBeouf ditangkap di Austin, Texas, karena mabuk di tempat umum sebelum dibebaskan. Kemudian, pada Januari 2017 ia ditahan di instalasi seninya karena diduga menyerang pengunjung lain. Di tahun yang sama, LaBeouf kembali ditangkap untuk kedua kalinya di Savannah, Georgia. Ia ditahan atas tuduhan mabuk di tempat umum, lapor CNN. LaBeouf juga diduga melecehkan petugas polisi secara verbal, beberapa di antaranya terekam melalui rekaman kamera polisi.
Shia LaBeouf akhirnya mengakui kalau kecanduannya terhadap alkohol yang membuatnya terlibat dalam insiden tersebut. Meskipun ia mengaku gak bersalah atas tuduhan itu, LaBeouf akhirnya dinyatakan bersalah karena melawan penangkapan. Kendati begitu, ia dinyatakan gak bersalah atas tuduhan mabuk di tempat umum. LaBeouf pun menerima hukuman percobaan selama satu tahun dan diperintahkan untuk menjalani perawatan lebih lanjut.
Penangkapan berikutnya terjadi pada tahun 2020 atas tuduhan penyerangan dan pencurian, setelah terjadinya perselisihan dengan seorang laki-laki di Los Angeles. Kali ini, Shia LaBeouf mengikuti program pengalihan sebagai imbalan atas pembatalan tuduhan, yang telah ia selesaikan. Kemudian, penangkapannya pada Februari 2026 terjadi saat perayaan Mardi Gras di New Orleans karena ia memulai perseteruan dengan dua orang laki-laki di Royal Street.

Tuduhan Kekerasan dari Mantan Pacar
Pada tahun 2020, penyanyi Tahliah Debrett Barnett, yang punya nama panggung FKA Twigs, menggugat Shia Labeouf karena sejumlah alasan, seperti pelecehan, kekerasan seksual, penyerangan dan merusak mentalnya. Mantan pasangan Labeouf lainnya, yaitu penata gaya Karolyn Pho, juga bilang kalau Labeouf melakukan pelecehan seksual dan fisik kepadanya. Adapun, Barnett sendiri bertemu Shia Labeouf saat mereka bekerja di film Honey Boy (2019). Barnett bilang kalau Labeouf selalu melakukan pelecehan terhadapnya dalam hubungan mereka.
Kendati begitu, Shia Labeouf membantah tuduhan tersebut dalam sebuah pernyataan kepada Times. Labeouf menyebut bahwa PTSD dan perjuangannya dengan kecanduan alkohol merupakan alasan yang membuatnya sering menyakiti orang-orang yang mengenalnya. Ia menanggapi tuduhan tersebut dalam podcast aktor Jon Bernthal, Real Lones (2022).
“Aku menyakiti perempuan itu,” kata Shia Labeouf kepada Jon Bernthal. Perempuan yang dimaksud mungkin Barrett, meski ia gak menyebut namanya. “Dan dalam proses itu, aku menyakiti banyak orang lain, dan banyak orang lain sebelum perempuan itu. Aku adalah manusia yang mencari kesenangan, egois, mementingkan diri sendiri, gak jujur, gak pengertian, dan penakut.”

Kontroversi dalam Film Don’t Worry Darling
Film Don’t Worry Darling (2022) merupakan film kedua Olivia Wilde yang dibintangi oleh Florence Pugh dan Harry Styles. Adapun, Shia Labeouf awalnya memainkan peran Styles, yaitu Jack, suami dari Alice, ibu rumah tangga yang diperankan Pugh. Namun, Wilde mengaku memecat Labeouf karena LaBeouf bersitegang dengan Pugh.
Dalam sebuah artikel di Variety, Oscar Wilde bilang, “Kerjanya gak sesuai dengan aturan yang aku tunjukkan dalam produksi. Dia sangat agresif, dan aku gak yakin hal ini bisa berjalan baik. Menciptakan lingkungan yang aman dan saling percaya adalah cara untuk melakukan pekerjaan terbaik.”
Shia LaBeouf ngasih bukti email kepada Variety yang ia kirimkan kepada Olivia Wilde, dan juga klip video untuk membuktikan kalau Wilde gak memecatnya. Seperti yang ditulis LaBeouf kepada Wilde dalam emailnya, “Kamu dan aku sama-sama tahu alasan kenapa aku pergi dari pekerjaan itu. Aku keluar dari film karena para aktor dan aku gak bisa berlatih bersama karena sibuk.” Ia melanjutkan, “Pemecatanku gak pernah terjadi, Olivia. Kita gak akan pernah tahu siapa yang benar di sini.”

Penangkapan keempat dan Isu Perceraian
Pada awal tahun 2026, Shia LaBeouf ditangkap untuk keempat kalinya dan terungkap perpisahan dengan istrinya. Dilansir Page Six, Shia LaBeouf dan istrinya, aktris Mia Goth, dikabarkan telah berpisah setahun sebelumnya. Goth, yang dikenal karena berbagai perannya mulai dari trilogi X karya Ti West hingga film nominasi Oscar 2026 untuk film Frankenstein, pertama kali menjalin hubungan dengan LaBeouf saat bertemu di lokasi syuting Nymphomaniac. Mereka pun menjalin hubungan dan menikah di Las Vegas pada tahun 2016. Namun, pasangan ini sempat pisah ranjang dan ada niatan bercerai pada tahun 2022. Namun, gak lama setelah itu, mereka kembali bersama dan menyambut kelahiran putri mereka yang diberi nama Isabel, pada tahun yang sama.
Terungkapnya fakta bahwa Mia Goth dan Shia LaBeouf telah berpisah selama setahun ketika ia ditangkap di Mardi Gras bikin publik kaget. Hal ini pun memicu dugaan tentang kondisi mental LaBeouf ketika ia memulai pertikaian ini di New Orleans. Lebih buruk lagi, sebuah laporan di The Hollywood Reporter mengungkapkan tentang perilaku buruk LaBeouf di Mardi Gras, seperti mencoba menjadi “bartender selebriti” selama perayaan tersebut. Seorang bartender yang gak disebutkan namanya mengungkapkan bahwa LaBeouf membuat kegaduhan. Ada juga yang bilang kalau LaBeouf berteriak dan menghina secara homofobik ke dua laki-laki.
Rupanya, pada tahun 2018, Shia LaBeouf menyadari kalau skandal yang menimpanya bisa membuat kariernya meredup. “Aku harus menghadapi kegagalan untuk sementara waktu,” katanya kepada Esquire. “Aku harus bertanggung jawab atas kesalahan yang kulakukan dan memperbaiki diri sebelum kembali bekerja. Jadi aku akan tetap produktif dan belajar dari kesalahan. Aku mengalami jatuh bangun hampir sepanjang hidupku. Sejujurnya, dalam keputusasaan, aku kehilangan arah.”






