– Tahun 2026 akan menjadi periode yang istimewa bagi pecinta astronomi karena akan terjadi total 13 kali fenomena Bulan Purnama.
Jumlah ini berbeda dari biasanya, di mana dalam satu tahun kalender umumnya hanya terdapat 12 kali fase Bulan Purnama.
Nama-nama unik yang melekat pada setiap purnama ini merupakan warisan tradisi penduduk asli Amerika untuk menandai pergantian musim.
Dilansir dari The Providence Journal, Kamis (1/1/2026), penduduk asli Amerika tidak menggunakan kalender Julian atau Gregorian.
Mereka melacak waktu berdasarkan musim, selain itu siklus bulan juga bervariasi setiap sukunya.
Ada suku yang menghitung 12 bulan, ada pula yang menghitung 13 bulan dalam setahun.
Mereka menambahkan bulan-bulan tambahan agar selaras dengan musim yang terjadi.
Diataranya seperti Januari diawali dengan Wolf Moon (Bulan Serigala), disusul Snow Moon pada Februari, dan Worm Moon pada bulan Maret.
Meski kini menggunakan kalender modern, nama-nama tradisional ini tetap populer digunakan dalam literasi astronomi untuk menghormati siklus alam.
Lantas, apa saja nama-nama Bulan Purnama di 2026?
Berikut julukan atau nama-nama Bulan Purnama di 2026 dikutip dari Kompas.com
1. Januari 2026: Wolf Supermoon
Penamaan di bulan Januari disebabka suara lolongan serigala yang kerap terdengar di bulan itu.
Dahulu, lolongan itu diyakini terjadi karena kelaparan saat musim dingin. Namun, penelitian modern menunjukkan bahwa serigala melolong untuk menandai wilayah, memanggil anggota kelompok, memperkuat ikatan sosial, serta berkumpul untuk berburu.
Selain itu, pada Januari 2026 terdapat fenomena Supermoon yang memperlihatkan bulan lebih besar dan lebih terang dibanding bulan pada umumnya. Hal itu disebabkan posisi bulan lebih dekat dengan Bumi.
2. Februari 2026: Snow Moon
Bulan purnama Februari dikenal sebagai Snow Moon atau Bulan Salju karena tingginya curah salju pada periode tersebut. NASA menyebutkan, bulan ini identik dengan musim dingin paling bersalju di Amerika Utara.
Kapten Jonathan Carver juga mencatat pada tahun 1760-an bahwa nama Snow Moon digunakan karena salju yang turun pada bulan ini umumnya lebih banyak dibandingkan bulan-bulan musim dingin lainnya.
3. Maret 2026: Worm Moon
Pemberian nama Worm Moon merujuk pada kemunculan cacing tanah seiring dengan menghangatnya suhu dan mencairnya tanah di awal musim semi.
Sebagai alternatif, Kapten Jonathan Carver menyebut bahwa istilah “worm” juga dapat merujuk pada larva yang muncul dari kulit pohon dan tempat persembunyian selama musim dingin.
4. April 2026: Pink Moon
Meski disebut Pink Moon, bulan purnama April tidak tampak berwarna merah muda. Nama tersebut berasal dari mekarnya bunga liar awal musim semi di Amerika Utara bernama Phlox subulata atau moss phlox.
Tercatat bahwa bunga yang kerap dijuluki moss pink ini biasanya mekar penuh di sekitar waktu bulan purnama pada April.
5. Mei 2026: Flower Moon
Bulan purnama yang terjadi pada awal Mei dikenal sebagai Flower Moon. Penamaan ini merujuk pada mekarnya bunga liar secara melimpah di Amerika Utara pada puncak musim semi.
Nama Flower Moon juga digunakan oleh suku Algonquin dan Ojibwe untuk menandai periode tersebut.
6. Mei 2026: Blue Moon
Selain Flower Moon, Mei 2026 juga menghadirkan fenomena Blue Moon. Fenomena ini terjadi karena siklus bulan lebih pendek dibandingkan kalender Masehi dan rata-rata muncul setiap sekitar 2,5 tahun.
Selain definisi tersebut, Blue Moon juga dapat merujuk pada bulan purnama ketiga dalam rangkaian empat bulan purnama yang terjadi dalam satu musim astronomi.
7. Juni 2026: Strawberry Moon
Strawberry Moon dinamai demikian karena bertepatan dengan masa panen stroberi di wilayah timur laut Amerika Serikat.
Nama ini digunakan oleh sejumlah suku, antara lain Algonquin, Ojibwe, Dakota, dan Lakota, yang mengaitkan bulan purnama Juni dengan waktu panen buah stroberi.
8. Juli 2026: Buck Moon
Bulan purnama Juli disebut Buck Moon karena pada periode ini tanduk rusa jantan berada dalam fase pertumbuhan penuh. Istilah ini dicatat oleh Kapten Jonathan Carver pada abad ke-18.
Menurut The Old Farmer’s Almanac, rusa jantan akan melepaskan dan menumbuhkan kembali tanduknya setiap tahun, dengan ukuran yang semakin besar seiring bertambahnya usia.
9. Agustus 2026: Sturgeon Moon
Nama Sturgeon Moon berasal dari ikan sturgeon danau raksasa yang dahulu melimpah di kawasan Danau-Danau Besar dan Danau Champlain.
Ikan ini menjadi sumber pangan penting bagi penduduk setempat dan relatif mudah ditangkap pada periode Agustus hingga September.
10. September 2026: Harvest Moon
Pada zaman dahulu, bulan purnama September dikenal sebagai Corn Moon karena menandai masa panen jagung.
Secara astronomis, bulan ini juga disebut Harvest Moon, yaitu bulan purnama yang terdekat dengan titik ekuinoks September.
The Old Farmer’s Almanac mencatat bahwa Harvest Moon terbit hampir pada waktu yang sama selama beberapa malam berturut-turut, sehingga memberi tambahan cahaya bagi petani untuk menyelesaikan panen sebelum musim dingin tiba.
11. Oktober 2026: Hunter’s Moon
Hunter’s Moon menandai periode berburu sebagai persiapan menghadapi musim dingin.
Nama ini merujuk pada tradisi berburu hewan yang telah menggemuk sebelum suhu dingin tiba.
12. November 2026: Beaver Supermoon
Bulan purnama November dikenal sebagai Beaver Moon. Nama tersebut merujuk pada periode ketika berang-berang mulai menyelesaikan persiapan musim dingin dan berlindung di habitatnya setelah menimbun persediaan makanan.
Pada November 2026, bulan purnama ini juga termasuk dalam kategori Supermoon.
13. Desember 2026: Cold Supermoon
Bulan purnama Desember disebut Cold Moon yang berasal dari suku Mohawk untuk menggambarkan cuaca dingin yang semakin mencengkeram.
Selain itu, Desember 2026 juga turut menghadirkan fenomena Supermoon.
(*)
